COVID-19 atau nama lainnya coronavirus disease-19 atau virus corona, merupakan virus baru yang muncul pada akhir taun 2019. Virus ini diketahui muncul dari sebuah kota di China yang bernama Wuhan. Wuhan merupakan pusat berkembangnya virus berbahaya ini. Bukan hanya berkembang di kota tersebut saja, tetapi virus ini pun mulai menyebar ke kota lainnya di China. Dan semakin terus berkembang ke seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Gejala yang dapat dialami ketika seseorang terkena virus tersebut dari mulai yang ringan yaitu batuk kering, flu, dan sakit tenggorokan. Sedangkan gejala yang berat yaitu demam tinggi hingga sesak nafas.

Dampak Akibat Virus Corona

Perekonomian di berbagai negara mulai menurun akibat dari virus ini. Di Indonesia, nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dollar(AS) naik menjadi Rp.16.000, dan harga bahan-bahan pokok pun ikut naik akibat dari virus ini. Beberapa negara ada yang sudah menerapkan sistem Lock Down agar virus ini tidak semakin meluas. Sehingga banyak warganya menyerbu pusat perbelanjaan untuk berjaga-jaga ketika masa Lock Down. Akibatnya, bahan pangan dan bahan logistik lainnya menjadi langka untuk dicari, karena sudah di borong oleh warga. Tak hanya perekonomian, dampak yang  diakibatkan oleh virus ini pun mempengaruhi tempat wisata di berbagai negara yang mengharuskan tempat wisata tersebut harus tutup akibat virus tersebut. Dunia Pendidikan pun ikut mendapatkan dampak dari virus corona. Sekolah-sekolah di berbagai negara diliburkan atau menerapkan sistem daring atau online dalam pembelajarannya. Seperti di Indonesia, beberapa sekolah menerapkan pembelajaran daring yang diterapkan oleh pihak sekolah atau pun universitas. Tak hanya perekonomian, wisata, dan pendidikan yang terkena dampak dari virus ini, tetapi olahraga pun ikut terkena dampaknya. Salah satu olahraga yang terdampak yaitu sepak bola.

Dampak Terhadap Sepak Bola

Sepak bola merupakan olahraga yang paling digemari dari berbagai kalangan di belahan dunia. Sepak bola pun turut terkena dampak dari virus ini. Sepak bola di berbagai dunia dihentikan untuk sementara waktu akibat dari pandemi virus corona ini. Banyak orang yang merasa kesepian akibat berhenti nya hiburan olahraga yang satu ini. Bukan hanya masyarakat yang mengalaminya, tetapi klub, pemain, dan para staff sepak bola pun ikut terkena dampak. Bagaimana dampak Virus Corona terhadap sepakbola? Berikut paparannya. 

Asia

Dampak virus corona terhadap sepak bola di kawasan Asia yaitu, beberapa Liga seperti Liga Super China, J.League, Thai League, V.League dan Shoppee Liga 1 Indonesia dan yang lainnya menjadi berhenti untuk sementara waktu akibat dari vrius corona ini. Dan akan dilanjutkan untuk waktu yang belum  bisa ditentukan. Liga Super China 2020, yang seharusnya sudah dimainkan pada 22 Februari ditunda hingga waktu tak terbatas, keputusan ini diambil Federasi Sepakbola China setelah berkonsultasi dengan pemerintah. Kemudian, tim-tim peserta J.League pada awalnya sepakat penundaan hingga 18 Maret 2020 namun sekarang mereka setuju untuk memperpanjang waktu. Ketidakpastian ini secara natural berdampak pada kehidupan para bintang sepakbola, sejumlah pemain terkenal di lapangan hijau sekarang dispekulasikan bakal meninggalkan negara-negara yang terdampak. Sedangkan di Liga Indonesia sendiri berdasarkan keputusan federasi klub sepakbola Indonesia, Liga Indonesia resmi diundur sampai tanggal 29 Mei 2020. Dan Olimpiade Tokyo 2020 cabang sepak bola khususnya, pun terancam berhenti akibat dari virus corona ini. Di Asia, virus ini tidak hanyak menjangkit masyarakat saja. Tetapi, virus ini sudah menjangkit salah satu pemain sepak bola di kawasan Asia tepatnya di Liga China, yaitu Maroune Fellaini. Fellaini sendiri merupakan pemain kewarganegaraan Belgia yang bermain untuk tim Shandong Luneng, klub asal China.

Eropa

Penyebaran wabah virus corona yang kian cepat masuk ke benua Eropa mulai mencemaskan sejumlah negara besar, khususnya dalam industri sepakbola mereka. Sebut saja Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, dan Perancis. Sebelumnya, Italia menjadi gerbang awal penyebaran virus corona di Eropa. Dimana virus yang berpusat dari Wuhan, China tersebut mulai menyebar ke seluruh lapisan negara di penjuru dunia. Di Italia, sudah banyak kasus positif dan kasus kematian akibat dari virus ini. Melihat hal tersebut, pemerintah setempat akhirnya menunda sejumlah kegiatan massa, seperti olahraga, khususnya sepakbola, dan dalam hal ini Liga Italia atau dikenal dengan Serie A. Penundaan dilakukan guna meminimalisir potensi penyebaran virus tersebut, kepada para atlet, baik amatir maupun profesional. Di benua Eropa sendiri, khususnya di negara Italia, sudah ada pemain yang positif virus corona. Pemain tersebut yaitu Danielle Rugani. Pemain Juventus tersebut menjadi pemain sepak bola pertama yang terjangkit virus ini. Beberapa pemain Juventus pun terinfeksi virus ini, 2 rekan setimnya yaitu Paulo Dybala dan Blaise Matuidi juga ikut terjangkit virus ini. Berikut daftar Pemain di Liga Italia yang terjangkit Virus Corona.

Daniele Rugani = Juventus
Blaise Matuidi = Juventus
Paulo Dybala = Juventus
Manolo Gabbiadini = Sampdoria
Omar Colley = Sampdoria
Albin Ekdal = Sampdoria
Antonino La Gumina = Sampdoria
Morten Thorsby = Sampdoria
Fabio DePaoli = Sampdoria
Bartosz Bereszynski = Sampdoria
Germán Pezzella = Fiorentina
Patrick Cutrone = Fiorentina
Dusan Vlahovic = Fiorentina
Mattia Zaccagni = Verona
Marco Sportiello = Atalanta

Di liga lainnya di Eropa pun turut mengalami hal yang sama seperti di Italia, seperti negara Inggris, Jerman, dan Spanyol. Di Inggris Seluruh kompetisi sepak bola Inggris termasuk Premier League ditunda hingga 30 April mendatang untuk mencegah penyebaran virus coronaSemula Liga Inggris memutuskan menunda pertandingan hingga 3 April. Namun, rapat darurat klub-klub Liga Inggris sepakat untuk menunda lebih lama karena pandemi COVID-19. Dilansir Talksport, seluruh sepak bola Inggris mulai Premier League, FA, dan EFL, setuju atas penangguhan tersebut karena virus corona dianggap telah mengganggu kehidupan. Keputusan ini merupakan hasil rapat darurat yang melibatkan 20 perwakilan klub Premier League lewat telekonferensi via video call. Virus ini sudah menjangkit pemain dan pelatih klub asal Premier League, yaitu Callum Hodson-Odoi pemain Chelsea dan Mikel Arteta pelatih Arsenal. 

Di Jerman, sama halnya dengan Liga Inggris, dua kompetisi teratas Liga Jerman, Bundesliga dan Bundesliga 2 ditunda hingga 30 April karena pandemi virus coronaLiga Sepak Bola Jerman (DFL) selaku operator memperpanjang penundaan Liga Jerman di dua level tersebut hingga 30 April 2020 karena virus corona. Adapun pemain di Liga Jerman yang terkena virus corona ini dari 2 pemain asal klub Hannover, yaitu Timo Hübers dan James Horn. 

Keuangan Klub

Bukan hanya pemain, dan staff kepelatihan yang terkena virus corona yang menjadi masalah di dunia sepakbola, akan tetapi keuangan klub pun ikut terancam. Berhenti nya kompetisi membuat bayak klub-klub di dunia minim pendapatan. Sehingga biaya operasional yang dikeluarkan klub sangat besar dibandingkan dengan pendapatannya. Hal ini pastinya akan sangat dirasakan oleh beberapa klub kecil di liga-liga amatir. Mereka harus membayar gaji para pemain dan staff kepelatihannya secara penuh walaupun kompetisi diberhentikan sementara. Hal itu membuat keuangan klub merosot dan akan terancam gulung tikar jika terus melakukan pengeluaran tanpa adanya pemasukan. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi klub kaya seperti Juventus, PSG, dan Manchester City. Mereka tetap bisa membayar gaji para pemain dan staff secara penuh walau tidak ada jadwal di kompetisi mereka. Beberapa klub mulai inisiatif agar keuangan klub tetap stabil dan tidak merosot. Salah satu contohnya yaitu dari klub Barcelona. Pihak dari klub sudah melakukan pemotongan gaji ditengah pandemi virus corona untuk para pemain dan staff untuk menjaga kestabilan keuangan klub, dan para pemain dan staff pun menyetujui nya. Hal itupun ditiru oleh beberapa klub di liga lainnya untuk menerapkan pemotongan gaji pemain dan staff untuk menjaga keuangan klub. Namun, tidak semua pemain setuju dengan hal pemotongan gaji. Mantan pemain Arsenal yang kini bermain di Liga Swiss, Johan Djorou dan Alexander Song menolak untuk memotong gajinya. Akibatnya, pemain tersebut pun dipecat dari klubnya.