Penerapan Teknologi VAR Pada Liga 1
Teknologi Video Assistant Referee (VAR) saat ini masih belum digunakan di liga Indonesia. Ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir telah mengumumkan bahwa VAR akan diimplementasikan pada Liga 1 musim 2023/2024, mulai Februari 2024.VAR adalah teknologi yang menggunakan rekaman video untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan selama pertandingan sepak bola. Teknologi ini dapat digunakan untuk meninjau ulang insiden seperti gol, penalti, kartu merah, dan kesalahan identitas. VAR telah digunakan di negara-negara lain, seperti Inggris, Spanyol, dan Italia, dan telah dipuji karena membantu meningkatkan akurasi dan keadilan keputusan wasit.
Penerapan VAR di liga Indonesia telah mendapat reaksi beragam. Beberapa penggemar menyambut baik langkah tersebut, percaya bahwa hal itu akan membantu meningkatkan kualitas liga. Sebagian lainnya menyatakan kekhawatirannya mengenai biaya penerapan VAR dan dampaknya terhadap kecepatan permainan.
Kendala
Ada beberapa kendala yang dihadapi PSSI terkait penggunaan VAR saat ini. Hal-hal tersebut antara lain:
- Biaya: VAR adalah teknologi yang relatif mahal untuk diterapkan. PSSI telah mengatakan bahwa mereka perlu mengumpulkan dana sekitar Rp 100 miliar (sekitar $6,7 juta) untuk menutupi biaya peralatan VAR dan pelatihan untuk para ofisial.
- Infrastruktur: VAR membutuhkan infrastruktur video berkualitas tinggi, termasuk internet berkecepatan tinggi dan beberapa kamera di setiap tempat pertandingan. PSSI telah mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan infrastruktur video di negara ini.
Terlepas dari tantangan yang ada, PSSI berkomitmen untuk mengimplementasikan VAR di liga Indonesia. PSSI percaya bahwa VAR adalah teknologi penting yang akan membantu meningkatkan kualitas liga dan membuatnya lebih adil bagi semua tim.

Tidak ada komentar
Posting Komentar